Papeda adalah makanan khas Papua yang
paling terkenal. Papeda mirip bubur dan paling enak dinikmati
panas-panas. Cara memakannya ialah dengan langsung menelannya daripada
mengunyahnya karena seperti lem. Papeda terbuat dari sagu yang dibuat memakan
waktu cukup lama karena masyarakat Papua harus menebang pohon sagu terlebih
dahulu, lalu dibelah dan dikumpulkan bagian dalamnya kemudian dimasak. Papeda
akan terasa lebih lezat jika dimakan dengan kuah ikan kuning.
Sejarah Pepeda
Di berbagai wilayah pesisir dan dataran rendah di Papua, sagu
merupakan bahan dasar dalam berbagai makanan. Sagu bakar, sagu lempeng,
dan sagu bola, menjadi sajian yang paling banyak dikenal di berbagai
pelosok Papua, khususnya dalam tradisi kuliner masyarakat adat di
Kabupaten Mappi, Asmat, hingga Mimika. Papeda merupakan salah satu
sajian khas sagu yang jarang ditemukan. Antropolog sekaligus Ketua
Lembaga Riset Papua, Johszua Robert Mansoben, menyatakan bahwa papeda
dikenal lebih luas dalam tradisi masyarakat adat Sentani dan Abrab di
Danau Sentani dan Arso, serta Manokwari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar