Sabtu, 21 Februari 2015

Masyarakat dan Budaya



Rumah asli masyarakat Papua sangat unik. Di Papua, rumah tradisional mereka yang disebut honai dengan atapnya terbuat dari rumput kasar dan tembok terbuat dari kayu tanpa ada jendela. Alat musik tradisional Papua adalah atowo, tifa dan fu.
Barang unik dari Papua adalah koteka yaitu penutup kemaluan pria yang terbuat dari labu air yang dikeringkan. Ukuran dan jenis koteka bekaitan dengan aktivitas pemakainya, apakah hendak bekerja atau upacara. Koteka pendek digunakan saat bekerja dan koteka panjang dengan hiasan-hiasannya digunakan pada saat upacara adat.
Aspek menarik lainnya dari kebudayaan dan sejarah Papua adalah adanya mumi, biasanya hanya kepala suku atau komandan perang yang dimumikan dengan bahan-bahan tradisional untuk memuliakan kepentingan sejarah dan religi mereka.Ada 3 mumi yang dapat kita lihat di Papua; Mumi Aikima di Aikima, Mumi Jiwika di Jiwika dan Mumi Purno di Asologaima. Ketiga mumi ini berada di Wamena.
Ada 24 suku di Papua yang memiliki bahasa yang berbeda-beda. Papua terhubung dengan etnik Asmat dan Dani. Hasil kerajinan suku Asmat yang terkenal adalah pahatan kayu yang keindahannya tersohor hingga ke mancanegara.
Provinsi ini tidak dibagi berdasarkan suku yang tinggal di suatu daerah. Populasi masing-masing suku tersebar di berbagai daerah. Contohnya, suku Arfak mendiami wilayah pegunungan Arfak dari pemukman Manokwari sampai Bintuni. Suku Doteri merupakan kelompok yang berpindah-pindah di Pulau Numfor di daerah pesisir pemukiman Wondama. Kelommpok suku lain yang tinggal di daerah ini adalah suku Kuri, Simuri, Irarutu, Moscona, Mairasi, Kambouw, Onim, Sekar, Maibrat, Tehit, Imeko, Moi, Tipin, Maya dan Biak.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar