Rumah asli masyarakat Papua sangat unik. Di Papua,
rumah tradisional mereka yang disebut honai dengan atapnya terbuat dari
rumput kasar dan tembok terbuat dari kayu tanpa ada jendela. Alat musik
tradisional Papua adalah atowo, tifa dan fu.
Barang unik dari Papua adalah koteka yaitu penutup
kemaluan pria yang terbuat dari labu air yang dikeringkan. Ukuran dan jenis
koteka bekaitan dengan aktivitas pemakainya, apakah hendak bekerja atau
upacara. Koteka pendek digunakan saat bekerja dan koteka panjang dengan
hiasan-hiasannya digunakan pada saat upacara adat.
Aspek menarik lainnya dari kebudayaan dan sejarah
Papua adalah adanya mumi, biasanya hanya kepala suku atau komandan perang yang
dimumikan dengan bahan-bahan tradisional untuk memuliakan kepentingan sejarah
dan religi mereka.Ada 3 mumi yang dapat kita lihat di Papua; Mumi Aikima di
Aikima, Mumi Jiwika di Jiwika dan Mumi Purno di Asologaima. Ketiga mumi ini
berada di Wamena.
Ada 24 suku di Papua yang memiliki bahasa yang
berbeda-beda. Papua terhubung dengan etnik Asmat dan Dani. Hasil kerajinan suku
Asmat yang terkenal adalah pahatan kayu yang keindahannya tersohor hingga ke
mancanegara.
Provinsi ini tidak dibagi berdasarkan suku yang
tinggal di suatu daerah. Populasi masing-masing suku tersebar di berbagai
daerah. Contohnya, suku Arfak mendiami wilayah pegunungan Arfak dari pemukman
Manokwari sampai Bintuni. Suku Doteri merupakan kelompok yang berpindah-pindah
di Pulau Numfor di daerah pesisir pemukiman Wondama. Kelommpok suku lain yang
tinggal di daerah ini adalah suku Kuri, Simuri, Irarutu, Moscona, Mairasi,
Kambouw, Onim, Sekar, Maibrat, Tehit, Imeko, Moi, Tipin, Maya dan Biak.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar